Javanologi UNS Gandeng Joko Ngadimin Ajarkan Karawitan Lancaran Manyar Sewu dan Ilir-Ilir

SOLO, SUARASOLO.id
Terdengar gendhing lancaran Manyar Sewu di Pusat Studi Institut Javanologi UNS. Ternyata mereka adalah peserta workshop yang dilatih kilat oleh Joko Ngadimin, dari Rumah Budaya INDONESIA SATU-Sekar Jagad Sukoharjo.
“Saya didaulat oleh pimpinan Javanologi UNS Surakarts, Prof Sahid Teguh Widodo. Saya diminta mengenalkan sekaligus memberikan workshop gamelan dari nol atau tingkat dasar kepada para peserta kunjungan. Materi gamelan workshop adalah Lancaran Manyar Sewu dan Lagu Ilir ilir,” ujar Joko Ngadimin kepada media online SUARASOLO.ID.
Joko Ngadimin melatih Seni Karawitan bagi Peserta Short Course Applied Microeconomics of Global Health. Mengapa yang dipilih lancaran?
“Lancaran salah satu bentuk dasar atau jenis gendhing dalam kesenian karawitan Jawa (gamelan). Lancaran strukturnya relatif sederhana, iramanya yang lancar dan mengalir. Lancaran salah satu jenis gendhing, seperti halnya jenis Ladrang, Ketawang dan sebagainya. Pada umumnya dalam berlatih karawitan, jenis gendhing lancaran diajarkan pada waktu-waktu yang relatif awal,” jelas Joko Ngadimin.
Kegiatan ini menghadirkan 25 praktisi dan akademisi dari Erasmus University Rotterdam, Wageningen University & Research, serta sejumlah universitas terkemuka di Indonesia, yaitu IPB University, Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Universitas Lampung (UNILA), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Ketua PUI Javanologi UNS, Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkuat diplomasi budaya.
“Gamelan mengajarkan harmoni, gotong royong, dan filosofi hidup masyarakat Jawa. Melalui pengalaman langsung ini, peserta internasional dapat memahami nilai-nilai Jawa secara lebih mendalam,” ucap Sahid Teguh Widodo.
PUI Javanologi UNS terus berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam pelestarian, pengkajian, dan pengenalan budaya Jawa kepada masyarakat nasional maupun internasional melalui program edukasi, penelitian, dan kolaborasi lintas negara.
C. Gunharjo Leksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *